Meskipun judul di atas berbahasa inggris tetapi kali ini akan saya ceritakan pengalaman saya ke Kampung Batik Laweyan dalam bahasa satu berbahasa Indonesia. Kalau kita mengenal batik berarti mata kita akan tertuju ke negara Indonesia, meskipun dalam pengajuan hak cipta bahwa batik milik Indonesia sempat terseok-seok bahkan ada yang mengklainya milik suatu negara tetapi itu tidak mempersurut perjuangan membuat batik milik Indonesia, akhirnya batik menjadi hak cipta milik Indonesia yang di akui oleh UNESCO. Nah kenapa saya bercerita tentang perjuangan untuk mencari pengakuan UNESCO karena ini berkaitan yang sebuah kampung yang ada di Solo yang satu kampung itu memiliki usaha pembuatan batik. Nama kampung ini bernama “Kampung Batik Laweyan”. Kampung batik laweyan terletak di sebelah barat kota Solo, kampung batik laweyan ini merupakan kampung pengrajin batik tertua dan terunik serta bersejarah di Indonesia dan sudah di kenal oleh dalam negeri dan luar negeri. Sekitar tahun 1911 pada era KH Samanhudi pengusaha dan pengraji batik mengalami kemajuan pesat dan ini merupakan jaman keemasan dari bagi kampung batik laweyan. Saat pertama kali saya menginjakkan kaki di kampung batik laweyan, saya sangat kagum karena rumahnya masih ada yang berbentuk rumah jaman dahulu dan antara tiap rumah dengan rumah satunya sangat berdekatan dan sepanjang jalan yang bakalan kita temuin adalah toko/outlet batik-batik mulai yang toko kapasitas besar sampai yang kecil. Tempat berkumpul saya waktu di kampung batik laweyan di toko batik bernama Putra Batik Laweyan. Setelah sempat disuguhin minuman beras kencur dingin dan kue leker maka saya serta kawan-kawan blogger lain dipandu mengunjungi tempat wisata sejarah yang ada di Kampung Batik Laweyan. Yang pertama saya kunjungi adalah nDalem Tjokrosoemartan. nDalem Tjokrosoemartan merupakan salah satu bangunan tertua yang ada di kampung batik laweyan yang masih mempertahankan bangunan jaman kolonial belandanya dengan keadaan masih terawat dan sungguh benar-benar salah satu bukti yang harus dilestarikan (hehhe…dari pada ntar di klaim oleh negara lain…hayo). nDalem Tjokrosoemartan merupakan salah satu tempat yang menarik, sebetulnya masih ada rumah yang masih terjaga keasliaanya tetapi tidak terawat dan ditinggal penghuni (alias kosong bo…hehheh ^_^). Setelah puas berfoto-foto, meskipun foto-foto saya kelihatannya sedikit tetapi tetep happy,heheh kemudian perjalanan saya berlanjut ke tempat yang bersejarah lagi yang ada di kampung batik laweyan, nah waktu menuju ketempat berikutnya saya melewati tugu kampung batik laweyan, kemudian untuk menuju ke tempat yang akan dituju ternyata kita di melewati jalan-jalan sempit antara bangun tua yang merupakan sisi lain dari gemerlap dari showroom kampung batik laweyan (ih sereeemm…kalo malem). Akhirnya setelah cukup lama berjalan akhirnya sampai juga di tempat bersejarang berikutnya yaitu “Langgar Merdeka”. Apa itu Langgar Merdeka, Langgar Merdeka merupakan tempat ibadah umat muslim yang masih di jaga ke kunoannya atau keaslianya dan denger-denger dari takmir Langgar Merdeka (bisa di bilang juru kunci gitu…hehehe) bahwa Langgar Merdeka ini sudah dijadikan cagar budaya Indonesia yang berada di Solo. Sekilas kalau melihat bengunan ini tidak seperti bangunan ibadah, karena tempat untuk beribadah ada di lantai 2, lantai satu merupakan tempat wudlu (bangunan yang eksoktis). Langgar Merdeka ini sempat berganti nama menjadi Langgar Ikhlas (kalau tidak salah denger…hehehe), meskipun diganti Langgar ini tetap dikenal dengan Langgar Merdeka. Kemudian oleh guide Langgar Merdeka kami di ajak untuk naik ke tower paling tinggi yang ada di Langgar Merdeka, setelah naik dan sampai di puncak hanya satu kata yang bisa saya ucapkan Subhanallah. Karena dari atas saya bisa melihat seluruh kota Solo serta yang patut diperhatikan Langgar Merdeka masih mempertahankan kayu bangunan saat pertama kali di bangun (wah bangunan yang sungguh bersejarah…busyyeeet). Berhubung saya terlalu asyik ada di Langgar Merdeka, saya di tinggal rombongan, bagi saya ini pengalaman yang cukup menarik bisa melihat serta mendengar cerita bersejarah yang ada di Langgar Merdeka. Dan itu sekelumit oleh-oleh dari Solo. Datanglah ke Solo saya jamin anda tidak bakalan rugi (weh promosi…heheh). Sekian cuap-cuap saya, terima kasih atas perhatian pembaca. Salam dari Blogger Indonesia. Saya tunggu acara Jambore Blogger Indonesia, Terima kasih Blogger Bengawan.

sumber foto kampung laweyan