INILAH.COM, Jakarta – Blogger yang berseteru dengan Sony Corp berkukuh ingin mempertahankan nama situsnya http://www.sony-ak.com. Namun pakar hukum menilai Sony Corp punya hak menuntut nama itu.

Pakar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Agus Sardjono menilai perseteruan antara Sony Corporation dengan Sonny AK berhubungan dengan merek. Dan yang bisa menggunakan nama itu adalah siapa yang lebih dulu mendaftarkan mereknya.

“Jadi untuk Sony, yang bisa gunain nama Sony ya perusahaan itu,” katanya saat dihubungi di Jakarta, kemarin. Ia mengatakan pernah ada kasus nama Sony dipakai oleh perusahaan pakaian dalam. Dari kasus itu, Sony Corp yang menang dan perusahaan pakaian dalam itu tidak boleh mencantumkan namanya.

Menurut Agus dalam UU Merek ada istilah ‘persamaan pada pokoknya’. Dalam hal ini, jika ada orang menggunakan merek mirip dengan milik orang lain, maka orang yang mirip tadi bisa dituntut

Selain itu merek global juga dilindungi secara internasional. Agus menyebut ada International Agreement yang pada intinya, merek terkenal harus dilindungi. Sementara untuk kasus Sony Corp dengan Sony AK maka UU internasional adalah yang berlaku. Tapi menurut Agus, undang undang di kedua negara juga menjadi pertimbangan.

Ia menilai juga ada kerancuan dari UU ITE menyangkut domain. Menurut Agus UU merek dengan cyber law kadang bersinggungan dan saling bertolak belakang. “Namun menurut saya, Sony wajar kok untuk menuntut blogger Indonesia,” tegasnya.

Sementara Sony AK pemilik domain http://www.sony-ak.com mengatakan kuasa hukum Sony Corp masih pada tuntutan awal agar dirinya menyerahkan domain itu atau akan diajukan ke meja hukum. “Saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut soal ini. Belum ada pembicaraan soal beli membeli domain,” imbuhnya.

Sony AK juga menegaskan tidak ingin melepas domain miliknya itu. Ia mengaku berhubungan dengan masalah psikologis, karena membangun situs itu bukan hanya satu atau beberapa bulan aja.

Lalu berapa dolar AS yang harus dikeluarkan oleh Sony Corp agar Sony AK mau melepas domainnya? “Saya belum memikirkan itu,” tegas pria yang menggeluti bidang TI itu, sambil menegaskan tidak ingin memanfaatkan namanya untuk mendapat keuntungan dari Sony Corp.

“Semua pasti ada pro dan kontra. Tapi saya cuma mau menekankan bahwa situs saya ini sudah lama. Lagipula apa untungnya buat saya dengan punya kasus hukum sama Sony Corp,” katanya.

Praktisi Hukum David Tobing menilai tidak ada yang dilanggar Sony AK mengingat. sesuai dengan hukum dagang internasional kalau dilihat dari kacamata Sony Corp. Tapi harus juga dilihat dari posisi Sony AK.

“Saya lihat ada dua hal. Pertama, selama dia bisa memastikan bahwa Sonny AK adalah benar-benar nama aslinya. Kedua, blog yang dia gunakan tidak ada unsur yang menjelek-jelekkan pihak Sony Corp. Saya rasa Sonny AK tidak ada masalah hukum apapun,” kata salah satu Tim Hukum Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ini.

Ia menambahkan Sony AK akan kalah kalau websitenya merepresentasikan merek dagang dari Sony. Hal itu merupakan celah yang bisa digunakan oleh Sony Corp.

Untuk kasus ini Sony Corp bisa menggunakan dua hukum. Hukum Internasional juga hukum Indonesia. Namun menurut David kedua hukum itu tidak masalah buat Sony AK.

Namun David sendiri menilai tindakan Sony Corp berlebihan. “Ini berlebihan, itu cuma sekadar nama domain. Memang sesuai dengan Internasional Agreement merek terkenal harus dilindungi. Cuma ini berbicara tentang dua kelas yang berbeda. Yang satu kelas elektronik, yang satunya soal internet. Walaupun membahas soal merek, dari penggunaannya saja berbeda,” ujarnya.

Ia menilai ada tiga hal yang menguntungkan Sony AK. Dari segi kelas mereka berbeda. Dari yuridiksi hukum, Sony AK memang asli menggunakan nama dia. “Ada dari pasal UU ITE yang mengindikasikan bahwa Sony AK sulit dinyatakan bersalah. Dia benar benar menggunakan websitenya bukan untung berdagang. Berbeda dengan Sony Corp,” tegas David. [mdr]

sumber INILAH.com